Tuesday, November 19, 2013

Forex Copy Profit Satu Juta Dollar

Copy Trading
Berbeda dengan robot trading yang merupakan sebuah software, copy trade merupakan sebuah fitur dan service yang disediakan untuk membantu para trader pemula agar lebih mudah untuk memasuki dunia trading.
Dari namanya “copy” yang akan Anda lakukan disini adalah mengcopy atau menduplikasi tradingan dari satu akun trading ke akun trading lainnya (follower to leader). Dalam hal ini tentunya Anda akan mengcopy tradingan dari para professional trader dan para master tradernya langsung, yang jelas - jelas lebih memahami pergerakan market dan mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten melebihi kemampuan sebuah robot.




Thursday, August 22, 2013

Pilih, Riset dan Terapkan Sistem Trading Anda

Pada edisi sebelumnya, kami telah membahas mengenai pentingnya membangun sistem trading dan langkah-langkah yang diperlukan dalam proses pengembangannya. Memang tidak mudah membangun sebuah sistem trading apalagi jika trader yang bersangkutan belum benar-benar memiliki tujuan yang jelas dari aktifitas tradingnya.
Jadi jelas langkah pertama adalah menetapkan tujuan trading Anda. Pikirkan segala kemungkinan dan konsekuensi yang akan terjadi dalam pencapaian tujuan tersebut. Misalnya, trader A menetapkan tujuan trading untuk meraih profit yang sedikit namun konsisten dari setiap trading yang dilakukan. Tentu saja konsekuensinya trader A harus bisa mengalokasikan waktu dan tenaga untuk terus memantau pergerakan pasar sepanjang hari. Aktifitas seperti ini pasti melelahkan pikiran dan fisik.
Konsekuensi lain yang harus diterima trader A adalah eksposur resiko yang lebih sering karena saat seorang trader membuka posisi di pasar berarti resiko juga mengikuti. Aksi yang sigap saat terjadi kerugian jelas sangat dibutuhkan, jika tidak semua tujuan dan sistem trading akan berantakan. Niat awal mau scalping eh malah jadi floating berhari-hari.
Nah setelah tujuan ditetapkan, Anda harus memilih sistem yang paling cocok untuk tujuan trading dan karakter Anda. Mayoritas sistem trading yang ada adalah berdasarkan analisa teknikal yang kemudian dibagi lagi menjadi dua sistem yang bisa diterapkan pada dua kondisi pasar: kondisi pasar yang trending dan kondisi pasar yang non-trending/ranging. Jika Anda sanggup, bisa saja Anda mengembangkan dua sistem agar Anda bisa lebih banyak meraih kesempatan yang disajikan oleh pasar. Namun harus tetap diingat bahkan tidak mungkin setiap saat kita bisa trading. Saat pasar sedang istirahat (kisaran konsolidasi pasar sangat sempit) jelas kita juga harus ikut beristirahat.
Sekarang mari kita bahas sedikit mengenai sistem yang bisa dikembangkan pada dua kondisi pasar tersebut:
Sistem Trading  untuk Pasar yang Trending
Kondisi pasar yang trending memberikan peluang keuntungan yang besar jika seorang trader mampu untuk mengikuti trend tersebut. Kemampuan ini tidak hanya dalam hal membaca arah pasar namun juga kemampuan untuk bersabar, tidak terburu-buru untuk menutup posisinya yang sudah dalam jalur yang searah dengan pasar.
Untuk mencapai tujuan utama yaitu meraih keuntungan sebanyak-banyaknya saat kondisi pasar sedang trending, seorang trader akan membutuhkan beberapa perlengkapan pada grafik yang digunakan, di antaranya:
•    Trend line
•    Channel Line
•    Moving average
•    Bolinger Bands
•    Indikator trend seperti MACD dan ADX
•    Pola reversal baik itu menggunakan candlestick chart, line chart  atau bar chart
Sebaiknya jangan terlalu banyak perlengkapan yang digunakan pada sebuah grafik untuk  mengurangi pertimbangan yang bisa menjadi terlalu lama karena kadang kala antara satu perlengkapan charting dengan yang lainnya bisa memberikan indikasi yang berbeda.
Selain menetapkan aturan mengenai kapan dan di mana harus masuk dan keluar dari pasar, kondisi pasar trending juga memberikan kesempatan kepada para trader untuk melakukan trailing dan menambah posisi yang terbukti searah dengan pasar. Karena itu sebaiknya saat mengembangkan sistem ini Anda juga harus mencantumkan syarat dan kondisi agar bisa melakukan trailing dan penambahan posisi.
Sistem trading untuk kondisi pasar yang trending juga memungkinkan seorang trader untuk menerapkan doktrin Buy High, Sell Higher (pada saat bullish market) atau Sell Low, Buy Lower (saat bearish market). Hal ini dimungkinkan karena pasar bergerak ke satu arah tertentu dan biasanya jaraknya jauh.
Sistem Trading untuk Pasar yang Non-trending/Ranging
Dalam rentang waktu tertentu, kondisi pasar yang non-trending atau ranging atau sideways lebih sering terjadi ketimbang kondisi pasar yang trending. Pasar seperti ini cocok untuk para trader yang cenderung bermain cepat, mungkin untuk day trading atau scalping.
Perlengkapan utama yang bisa diterapkan saat mengembangkan sistem di kondisi pasar non-trending adalah:
•    Pola pergerakan harga seperti triangle, flag dan sebagainya
•    Oscillator yang memberikan sinyal terjadinya overbought atau oversold seperti stochastic dan RSI
•    Level-level tertentu seperti extreme high/low dan Fibonacci retracement
Sistem ini cenderung mengadopsi doktrin Buy Low, Sell High. Seorang trader yang telah mampu membaca kondisi pasar dan melihatnya dalam kondisi sideways, bisa segera menetapkan level-level untuk masuk dan keluar yang biasanya menunggu batasan tertinggi dan terendah dari pola konsolidasi tersebut.
Dari kedua dasar sistem trading tersebut akan berkembang lagi sistem-sistem trading lainnya, akan menambah daftar pilihan sistem trading. Tapi jangan membuat Anda jadi bingung ya. Apapun sistem yang akan Anda pilih dan terapkan, pastikan sistem tersebut sederhana. Banyak trader kelas dunia ternyata sistem tradingnya adalah sistem yang sederhana. Yang terpenting adalah kemampuan seorang trader untuk dapat menggunakan sistem tersebut secara optimal dan konsisten.
Pilih saja salah satu yang paling cocok untuk Anda dan selanjutnya Anda harus melakukan sebuah riset untuk melihat akurasi dari sistem yang Anda pilih. Lakukan backtest dan forward test dengan teliti. Catat semua kondisi yang membuat sistem Anda berhasil atau gagal. Terus lakukan simulasi trading hingga rentang waktu tertentu agar data yang Anda peroleh semakin akurat. Tapi jangan sampai terjebak untuk memperoleh kesempurnaan dari sistem trading tersebut. Tidak ada satupun sistem trading yang akan selalu benar.
Terakhir yang lebih penting adalah menerapkan sistem yang telah Anda kembangkan secara konsisten seperti saat Anda melakukan simulasi trading. Semudah itukah? Tergantung Anda. Tekanan mental saat melakukan real trading juga harus dapat Anda atasi agar bisa memperoleh hasil yang maksimal. Kesabaran dan pencatatan yang teliti juga sangat diperlukan untuk pengembangan lanjutan atau perbaikan sistem trading Anda di kemudian hari. Seperti yang kami sampaikan pada edisi yang lalu, usahakan Anda memiliki sistem yang komprehensif, tidak hanya berdasarkan faktor teknis tapi juga psikologis. Jadi tunggu apalagi, sekarang juga muali kembangkan sistem trading yang komprehensif untuk Anda sendiri.